Senin, 12 November 2012

Tugas Kuliah : "Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi"


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
 Politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum; termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Sistem politik memiliki peran yang vital di suatu negara.
Diperlukan sebuah sinkronisasi yang harmonis dari setiap elemen dari negara, mulai dari pemerintah yang berkuasa, sampai pada rakyat secara holistik untuk mewujudkan suatu sistem politik yang stabil. Ini disebabkan karena kestabilan dan keamanan suatu negara juga tergantung kepada sistem politik yang dianutnya.
Situasi politik di Indonesia pasca reformasi diwarnai euforia masyarakat akan kebebasan berpendapat dan dalam hal mengartikulasikan kepentingan yang telah lama terkungkung oleh rezim Orde Baru.
Pola kekuasaan pasca reformasi tidak lagi refresif seperti masa Orde Baru yang memerintah dengan tangan besi dan kekerasan.
Dalam konteks Indonesia masa reformasi, keadilan mulai bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia terutama masyarakat etnis Tionghoa yang kini haknya diakui sama dengan Warga Negara Indonesia lainnya. Bahkan agama Konfusianis yang banyak dianut etnis Tionghoa kini diakui keberadaannya oleh negara. Hari Raya Imlek pun sudah menjadi hari ibur nasional.
Namun, apakah yang sebenarnya berlaku dalam Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi?, Untuk selanjutnya penulis akan memaparkan pembahasan berdasarkan referensi yang telah diperoleh dari berbagai sumber.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.        Apakah yang dimaksud dengan Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi?
2.      Apa sajakah kelebihan dan kekurangan Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi?

 Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut.
1.        Mengetahui bagaimana proses berlangsungnya Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi
2.      Mengetahui dan memahami apa saja kelebihan dan kekurangan Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi
3.       Memenuhi salah satu tugas individu mata kuliah Sistem Politik Indonesia


BAB II
PEMBAHASAN
   
 A.Pengertian Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi
Sebelum membahas pengertian Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi, ada baiknya jika kita mulai dengan membahas pengertian sistem, politik, sistem politik, apa itu reformasi, pemerintahan pasca reformasi, dan apa itu Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi.
Sistem berasal dari bahasa Yunani “sustema” dan bahasa Latin “systema” yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen atau elemen-elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi , materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umumnya negara. Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, forum diskusi, maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan diantara mereka.
Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan, dasar-dasar pemerintahan, ataupun dalam hal kekuasaan negara. Politik merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bertindak sesuai keinginan kita.
Sistem politik adalah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan, yang dalam hal ini merupakan masyarakat/ negara.
Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa  (Th.2009:1). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:826) dijelaskan bahwa reformasi adalah perubahan radikal untuk perbaikan bidang sosial, politik, atau agama di suatu masyarakat/negara.
Yang dimaksud dengan pemerintahan pasca reformasi adalah masa pemerintahan setelah lengsernya Soeharto (1998) yang disebut juga masa pemerintahan Orde Baru digantikan oleh wakil presiden Habibie. Pemerintahan ini merupakan hasil dari unjuk rasa para mahasiswa menuntut Soeharto agar melepaskan jabatannya sebagai presiden RI pada masa Orde Baru. Pada saat itu juga Indonesia sedang mengalami krisis moneter.
Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi diartikan sebagai keseluruhan kegiatan yang berlangsung di Indonesia pasca reformasi berkaitan dengan kekuasaan, pengambilan keputusan, kepentingan umum, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.

       B.Kelebihan dan Kekurangan Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi
Kelebihan Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi adalah sebagai berikut.
1.        Adanya kebebasan berpendapat dan kepentingan yang tidak pernah direalisasikan pada masa Orde Baru
2.      Berkurangnya cara-cara kekerasan terhadap masyarakat yang berusaha mengkritik pemerintah. Dimana pada masa Orde Baru, tokoh-tokoh pengkritik pemerintah akan dipenjarakan, dan adanya para Petrus (penembak misterius) yang diduga pembunuh bayaran pemerintah yang bertugas untuk “menghabisi” orang-orang yang berusaha membuka kedok pemerintah.
3.       Perbaikan bidang HAM yang pada masa Orde Baru banyak dilanggar oleh pemerintah sendiri
4.      Semakin tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam berbagai kegiatan politik, terutama dalam pembentukan partai. Pada perhitungan awal reformasi, ada lebih dari 80 parati politik yang terbentuk walau banyak pula yang tergusur pada saat masa pendaftaran resmi dibuka
5.      Semakin diterapkannya otonomi daerah, dimana kekuasaan tidak lagi dimonopoli oleh pemerintah pusat tetapi daerah juga diberi kewenangan dalam mengurus rumah tangganya sendiri
6.      Keadilan semakin terasa menyeluruh pada masyarakat Indonesia. Seperti dikemukakan penulis pada bab pendahuluan, bahwa masyarakat etnis Tionghoa menjadi sama haknya dengan WNI lainnya, pengakuan agama Konghucu, dan menjadikan Hari Raya Imlek sebagai libur nasional

Setiap ada kelebihan,pasti ada pula kekurangannya. Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi pun memiliki kekurangan/kelemahan. Kekurangannya adalah sebagai berikut.
1.        Maraknya kerusuhan akibat demonstrasi yang dilakukan para aktivis sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat. Sumber Daya Manusia Indonesia yang tidak mengerti bagaimana seharusnya demonstrasi yang baik malah melakukan tindakan anarkis sebagai bentuk kepedulian pada kepentingan masyarakat.
2.      Merajalelanya KKN sebagai akibat diberlakukannya otonomi daerah. Pejabat-pejabat daerah berpendapat bahwa bukan hanya pemerintah pusat saja yang mampu melakukan KKN, tetapi mereka juga mampu.
3.       Kebebasan pers disalah gunakan banyak pihak (penguasa) untuk mencari keburukan dari elit-elit politik yang menjadi saingan politiknya. Sehingga yang terjadi perpecahan antar partai koalisi, bahkan perpecahan ditubuh partai itu sendiri.
4.      Semakin maraknya intervensi asing (teroris) sebagai akibat kelemahan pertahanan dan keamanan dalam negeri. Juga akibat sifat pemerintahan Indonesia yang terlalu terbuka terhadap luar negeri.
5.      Meningkatnya kriminalitas akibat perlindungan HAM yang tidak seimbang. Semua pelaku criminal tersebut akan membela diri dengan mengatakan bahwa ia melakukan kejahatan karena hak nya tidak terpenuhi.


BAB III
PENUTUP 
A.Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi, yakni sebagai berikut.
1.        Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi diartikan sebagai keseluruhan kegiatan yang berlangsung di Indonesia pasca reformasi berkaitan dengan kekuasaan, pengambilan keputusan, kepentingan umum, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.
2.      Kelebihan pemerintahan Indonesia Pasca Reformasi adalah sebagai berikut.
·      Adanya kebebasan berpendapat dan kepentingan yang tidak pernah direalisasikan pada masa Orde Baru
·      Berkurangnya cara-cara kekerasan terhadap masyarakat yang berusaha mengkritik pemerintah. Dimana pada masa Orde Baru, tokoh-tokoh pengkritik pemerintah akan dipenjarakan, dan adanya para Petrus (penembak misterius) yang diduga pembunuh bayaran pemerintah yang bertugas untuk “menghabisi” orang-orang yang berusaha membuka kedok pemerintah
·      Perbaikan bidang HAM yang pada masa Orde Baru banyak dilanggar oleh pemerintah sendiri
·      Semakin tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam berbagai kegiatan politik, terutama dalam pembentukan partai. Walau  perhitungan awal reformasi, ada lebih dari 80 parati politik yang terbentuk walau banyak pula yang tergusur pada saat masa pendaftaran resmi dibuka
·      Semakin diterapkannya otonomi daerah, dimana kekuasaan tidak lagi dimonopoli oleh pemerintah pusat tetapi daerah juga diberi kewenangan dalam mengurus rumah tangganya sendiri
·      Keadilan semakin terasa menyeluruh pada masyarakat Indonesia. Seperti dikemukakan penulis pada bab pendahuluan, bahwa masyarakat etnis Tionghoa menjadi sama haknya dengan WNI lainnya, pengakuan agama Konghucu, dan menjadikan Hari Raya Imlek sebagai libur nasional
3.       Kekurangan pemerintahan Indonesia Pasca Reformasi adalah sebagai berikut.
·      Maraknya kerusuhan akibat demonstrasi yang dilakukan para aktivis sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat. Sumber Daya Manusia Indonesia yang tidak mengerti bagaimana seharusnya demonstrasi yang baik malah melakukan tindakan anarkis sebagai bentuk kepedulian pada kepentingan masyarakat.
·      Merajalelanya KKN sebagai akibat diberlakukannya otonomi daerah. Pejabat-pejabat daerah berpendapat bahwa bukan hanya pemerintah pusat saja yang mampu melakukan KKN, tetapi mereka juga mampu.
·      Kebebasan pers disalah gunakan banyak pihak (penguasa) untuk mencari keburukan dari elit-elit politik yang menjadi saingan politiknya. Sehingga yang terjadi perpecahan antar partai koalisi, bahkan perpecahan ditubuh partai itu sendiri.
·      Semakin maraknya intervensi asing (teroris) sebagai akibat kelemahan pertahanan dan keamanan dalam negeri. Juga akibat sifat pemerintahan Indonesia yang terlalu terbuka terhadap luar negeri.
·      Meningkatnya kriminalitas akibat perlindungan HAM yang tidak seimbang. Semua pelaku criminal tersebut akan membela diri dengan mengatakan bahwa ia melakukan kejahatan karena hak nya tidak terpenuhi.

     B.Saran
Berikut ini saran yang dapat disampaikan penulis mengenai Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi.
1.        Kebebasan berpendapat maupun kebebasan pers yang sudah semakin baik hendaknya digunakan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh elemen masyarakat. Jangan malah menjadi sarana untuk menciptakan perpecahan diantara sesama, maupun ingin menjatuhkan kekuasaan orang lain.
2.      Penegakan HAM hendaknya sangat merata, tidak boleh terjadi ketimpangan antara hak penguasa dan hak masyarakat biasa.
3.       Pemerintah pasca reformasi hendaknya semakin menguatkan pertahanan dan keamanan Negara agar tidak mudah diintervensi asing.
4.      Pemerintah hendaknya memberikan pendidikan politik yang semakin mendalam kepada masyarakat, sehingga ke depannya bangsa ini tidak salah mengartikan politik itu sebagai sesuatu yang negatif, malainkan sesuatu yang positif yang menjadi factor kestabilan suatu Negara. Juga agar saat masyarakat berunjuk rasa, tidak anarkis ataupun mengakibatkan kerugian bagi banyak pihak.
5.      Walaupun sangat sulit diterapkan, hendaknya pemerintah mulai dari yang tertinggi sampai yang paling rendah mulai mempraktikkan “budaya malu melakukan KKN”. Jika pimpinan member contoh yang baik, niscaya bawahan pun akan meneladaninya.


 DAFTAR PUSTAKA
http://yogayudistira.wordpress.com/2010/05/08/analisa-politik-indonesia-pasca-reformasi/
Budiardjo, Miriam. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem
http://saiyanadia.wordpress.com/2010/11/20/pengertian-sistem-politik-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar